skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Penyebab Kanker Paru-Paru Yang Paling Mendasar

4 Penyebab Kanker Paru-Paru Yang Paling Mendasar

4 Penyebab Kanker Paru-Paru Yang Paling Mendasar – Penyebab utama dari kanker paru-paru adalah asap rokok, baik pada perokok aktif maupun pada perokok pasif. Tapi orang yang tidak merokok maupun terkena pajanan asap rokok juga dapat menderita kanker paru-paru.

 

Beberapa penyebab dari kanker paru-paru akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

1. Asap Rokok

Perokok pasif dan aktif sama-sama memiliki resiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan setiap rokok mengandung ribuan zat yang tidak baik untuk kesehatan. Rokok dan kanker paru-paru begitu erat saling berkaitan.

Merokok adalah satu dari sekian banyak penyebab kanker paru-paru yang paling banyak dijumpai. Saking bahaya dampak dari rokok banyak yang menyebut bahwa semakin banyak rokok yang anda isap maka semakin cepat pula anda mengalami kanker.

Misalkan, bila anda merokok sebanyak 20 batang dalam satu hari maka anda akan meningkatkan resiko terkena serangan kanker dalam 20 tahun kemudian. Sementara itu bila anda merokok sebanyak 40 batang dalam satu hari maka anda mungkin akan meningkatkan resiko paparan kanker paru dalam 10 tahun ke depan.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran yang rumit yang terdiri dari ribuan zat berbeda yang hampir keseluruhan zat tersebut tidaklah baik untuk kesehatan. Beberapa zat didalamya termasuk adiktif nikotin, amonia, hidrogen sianida, zat stimulan adalah zat-zat yang akan meracuni tubuh manusia dan elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui menjadi salah satu penyebab rokok adalah pemicu kanker paru-paru.

Jika perokok aktif adalah seseorang yang memiliki ketergantungan terhadap rokok namun bagi anda yang bukan perokok anda bisa dikatakan sebagai perokok pasif bila anda sering terpapar dengan asap rokok.

Perokok pasif adalah seseorang yang berada dilingkungan perokok, seperti halnya ibu hamil atau anak-anak yang dibawa serta ke lingkungan merokok oleh ayah mereka. Hal inilah yang membuat si anak dan si ibu hamil bisa dikatakan seorang perokok pasif karena menghirup asap rokok dari ayah atau suami mereka yang seorang perokok.

2. Paparan Abses

Orang yang terkena paparan abses memiliki resiko yang lebih besar terkena serangan kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tidak terserang paparannya. Paparan yang dimaksud ini adalah paparan yang masuk melalui saluran napas atau udara.

3. Resiko Pekerjaan

Tempat atau lingkungan kerja yang tidak sehat juga akan dapat memicu resiko penyakit kanker yang satu ini. Lingkungan yang kurang sehat seperti adanya paparan zat atau partikel berbahaya adanya arsen, radiasi dan beberapa paparan bahan kimia lainnya aka membuat resiko terkena penyakit kanker paru bisa meningkat pada seseorang.

Selain itu, debu dan asap dari nikel, logam, kromium adalah salah satu penyebab dari timbulnya kanker paru-paru.

4. Usia

Meskipun penyakit ini lebih sering dialami oleh orang dewasa, akan tetapi bukan tidak mungkin remaja atau orang yang lebih muda pun akan dapat mengalami resiko kanker yang satu ini. Seseorang dengan usia 40 tahun keatas, memiliki resiko serangan lebih tinggi terhadap penyakit yang satu ini.

Semakin cepat pengobatan dilakukan, maka akan semakin baik dampaknya. Sebuah pengobatan mungkin akan dapat berhasil jika dilakukan sejak dari awal. Ketika kanker paru-paru menyebar kedalam bagian tubuh lain seperti organ tubuh lainnya dan tulang, proses ini biasanya disebut dengan ‘metastasizing’ dengan tanda seperti berikut ini:

  • Penyakit kuning ( mata, kuku, dan kulit berwarna kuning)
  • Sakit dan nyeri tulang yang hebat
  • Mati rasa di kaki
  • Pembengkakan permukaan kulit
  • Sakit kepala

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah Obat Kanker formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.