skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Kanker Darah Atau Leukimia

Gejala Kanker Darah Atau Leukimia

Kanker darah atau leukemia adalah kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel darah yang berfungsi melindungi tubuh terhadap benda asing atau penyakit. Sel darah putih ini dihasilkan oleh sumsum tulang belakang.

Pada kondisi normal, sel-sel darah putih akan berkembang secara teratur di saat tubuh membutuhkannya untuk memberantas infeksi yang muncul. Namun lain halnya dengan pengidap kanker darah. Sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal, tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan.

Jumlahnya yang berlebihan akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang.

Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, bahkan hingga ke otak dan tulang belakang.

Jenis-jenis Kanker Darah

  • Leukimia limfotik akut atau acute lymphocytic leukimia (ALL)

Jenis ini merupakan jenis kanker darah yang akan menghambat fungsi limfosit. Akibat yang mungkin terjadi adalah penderita leukimia limfotik akut menjadi mudah mengalami  infeksi yang serius. jenis ini sering diderita oleh anak-anak, tapi juga mungkin menyerang orang dewasa.

  • Leukemia mielogen akut atau acute myelogenous leukemia (AML)

Jenis kanker darah satu ini umumnya menyerang orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang anak-anak hingga remaja. Leukimia mielogen akut akan membentuk sel-sel myeloid yang tidak sempurna sehingga bisa menyumbat pembuluh darah.

  • Leukimia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukimia (CLL)

Leukimia limfotik kronis hanya akan menyerang orang dewasa. Jenis kanker darah ini umumnya baru akan terdeteksi pada stadium lanjut akibat gejala-gejalanya yang tidak terlihat di stadium awal. Oleh karena itulah pasien tidak akan menyadari dirinya terserang kanker darah dalam jangka waktu yang lama.

  • Leukemia mielogen kronis atau chronic myelogenous leukemia (CML)

Sama dengan kanker darah limfotik kronis, kanker darah mielogen kronis juga umumnya diderita oleh orang dewasa. Kanker darah ini memiliki dua tahap perkembangan. Pertama-tama, sel-sel darah yang abnormal akan berkembang secara perlahan-lahan. Lalu, saat memasuki tahap kedua, sel-sel abnormal akan berkembang dengan cepat sehingga kondisi pasien bisa menurun secara drastis

Gejala-gejala Kanker Darah

Gejala kanker darah sangat beragam. Tiap penderita biasanya mengalami indikasi yang berbeda-beda, tergantung kepada jenis kanker darah yang diidap.

Indikasi-indikasi kanker ini juga cenderung sulit dikenali karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umum yang tidak kian membaik atau mereda, seperti:

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan
  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Muntah-muntah
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari
  • Nyeri pada tulang atau sendi
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi
  • Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit

Penyebab Kanker Darah

  • Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut. Sedangkan leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan biasanya dialami pria.
    Selain itu, riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Pengobatan Kanker Darah

Setelah diagnosis  positif, dokter akan mendiskusikan langkah pengobatan yang tepat. Jenis penanganan yang akan Anda jalani tergantung kepada usia, kondisi kesehatan Anda, dan jenis atau stadium kanker darah yang Anda idap.

Berikut ini adalah metode pengobatan yang umumnya dianjurkan untuk menangani kanker darah, antara lain:

  • Kemoterapi merupakan pilihan terapi paling umum untuk kasus leukimia. Pengobatan kemoterapi menggunakan bahan-bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker darah.
  • Teknik pengobatan ini menggunakan sinar X untuk menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
    Radioterapi dapat dilakukan hanya pada area tertentu yang terserang kanker, ataupun pada seluruh tubuh, bergantung dari kondisi Anda. Radioterapi juga dapat dilakukan untuk persiapan melakukan transplantasi sel induk.
  • Transplantasi sel induk atau stem cell untuk mengganti sumsum tulang yang sudah rusak dengan yang sehat. Sel-sel induk yang digunakan bisa berasal dari tubuh Anda sendiri atau tubuh orang lain sebagai pendonor. Kemoterapi atau radioterapi biasanya akan dilakukan sebagai langkah persiapan sebelum menjalani prosedur transplantasi ini.
  • Terapi terfokus untuk menyerang bagian-bagian rentan dalam sel-sel kanker.
  • Terapi biologis untuk membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel-sel kanker.
  • Penantian dengan pengawasan. Ini ditujukan bagi penderita leukemia limfatik kronis. Dalam terapi ini, pengamatan secara seksama dilakukan guna melihat perkembangan penyakit.
    Terapi ini juga dapat dilakukan jika seseorang sudah terbukti mengidap leukemia limfatik kronis, namun tidak mengalami gejala yang menunjukkan penyakit tersebut.

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah Obat Kanker formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker.
Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.