skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Leukemia Kanker Darah!

Penjelasan Leukemia Kanker Darah!

Penjelasan Leukemia Kanker Darah – Leukimia adalah proliferasi sel darah putih yang masih imatur dalam jaringan pembentuk darah (Prof. Dr. Iman, 1997). Leukimia adalah proliferasi tak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sumsum tulang menggantikan elemen sum-sum tulang normal (Smeltzer, 2002).

Leukimia adalah suatu keganasan pada alat pembuat sel darah berupa proliferasio patologis sel hemopoetik muda yang ditandai oleh adanya kegagalan sum-sum tulang dalam membentuk sel darah normal dan adanya infiltrasi ke jaringan tubuh yang lain (Mansjoer, 2002).

Leukemia adalah neoplasma akut atau kronis dari sel-sel pembentuk darah dalam sumsum tulang dan limfa nadi (Reeves, 2001).

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa leukemia adalah proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain daripada normal, jumlahnya berlebihan.

  1. ETIOLOGI

Walaupun pada sebagian besar penderita kanker darah / leukemia faktor-faktor penyebabnya tidak dapat diidentifikasi, tetapi ada beberapa faktor yang terbukti dapat menyebabkan leukemia. Faktor- faktor tersebut antara lain:

  1. Faktor genetik

Insidensi leukemia akut pada anak-anak penderita sindrom Down adalah 20 kali lebih banyak daripada normal. Saudara kandung penderita kanker darah / leukemia mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita sindrom Down.

Selain itu, didapat data bahwa penderita kanker darah / leukemia granulositik kronik dengan kromosom Philadelphia translokasi kromosom 21 biasanya meninggal setelah memasuki fase leukemia akut. Dari data-data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kelainan pada kromosom 21 dapat menyebabkan leukemia akut.

  1. Sinar radioaktif

Sinar radioaktif merupakan faktor eksternal yang paling jelas dapat menyebabkan kanker darah /  leukemia pada binatang maupun pada manusia. Sebelum proteksi terhadap sinar radioaktif rutin dilakukan, ahli radiologi mempunyai resiko menderita leukemia 10 kali lebih besar. Akhir-akhir ini dibuktikan bahwa penderita-penderita yang diobati dengan sinar radioaktif atau obat-obat alkilating akan menderita leukemia pada 6% pasien dan terjadinya sesudah 5 tahun.

  1. Virus

Beberapa virus tertentu sudah dibuktikan menyebabkan leukemia pada binatang. Sampai sekarang tidak/belum dapat dibuktikan bahwa penyebab kanker darah / leukemia pada manusia adalah virus. Walaupun demikian ada beberapa hasil penelitian yang menyokong teori virus sebagai penyebab leukemia antara lain: enzyme reverse transcriptase ditemukan dalam darah penderita leukemia.

KLASIFIKASI Leukemia Kanker Darah

Leukemia dibagi menjadi leukemia akut dan leukemia kronik. Pembagian ini tidak menggambarkan lamanya harapan hidup tetapi menggambarkan kecepatan timbulnya gejala dan komplikasi. Pada garis besarnya pembagian leukemia adalah sebagai berikut:

  1. Leukemia myeloid

Leukemia granulositik/myeloid/mielositik/mielogenous kronik

Leukemia mieloblastik/granulositik/myeloid/mielositik akut

  1. Leukemia limfoid

Leukemia limfositik kronik

Leukemia limfositik akut

  1. PATOFISIOLOGI

Leukemia mempunyai sifat khas proliferasi tidak teratur atau akumulasi sel darah putih dalam sumsum tulang, menggantikan elemen sumsum tulang normal. Ada dua masalah terkait dengan sel leukemia yaitu adanya overproduksi dari sel darah putih, kedua adanya sel abnormal atau imatur dari sel darah putih, sehingga fungsi dan strukturnya tidak normal.

Produksi sel darah putih yang sagat meningkat akan menekan elemen sel darah yang lain seperti penurunan produsi eritrosit mengakibatkan anemia, trombosit menjadi menurun mengakibatan trombositopenia dan leukopenia dimana sel darah putih yang normal menjadi sedikit. Adanya trombositopenia mengakibatkan mudahnya terjadi perdarahan dan keadaan leukopenia menyebabkan mudahnya terjadi infeksi.

Sel-sel kanker darah putih juga dapat menginvasi pada sumsum tulang dan periosteum yang daat mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan nyeri tulang. Disamping itu infilrasi keerbagai organ seperti otak, ginjal, hati, limpa, kelenjar limfe menyebabkn pembesaran dan gangguan pada organ terkait.

  1. TANDA DAN GEJALA
  2. Leukemia granulositik kronik (LGK)

LGK adalah suatu penyakit mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi berlebihan seri granulosit yang relatif matang. Gejala LGK antara lain rasa lelah, penurunan BB, rasa penuh di perut dan mudah berdarah.

Pada pemeriksaan fisis hamper selalu ditemukan splenomegali, yaitu pada 90% kasus. Juga sering didapatkan nyeri tekan pada tulang dada dan hepatomegali. Kadang-kadang ada purpura, perdarahan retina, panas, pembesaran kelenjar getah bening dan kadang-kadang priapismus.

  1. Leukemia mieloblastik akut (LMA)

Gejala penderita LMA antara lain rasa lelah, pucat, nafsu makan hilang, anemia, petekie, perdarahan, nyeri tulang, infeksi, pembesaran kelenjar getah bening, limpa, hati dan kelenjar mediastinum. Kadang-kadang juga ditemukan hipertrofi gusi, khususnya pada leukemia akut monoblastik dan mielomonositik.

  1. Leukemia limfositik kronik

Gejala LLK antara lain limfadenopati, splenomegali, hepatomegali, infiltrasi alat tubuh lain (paru, pleura, tulang, kulit), anemia hemolitik, trombositopenia, hipogamaglobulinemia dan gamopati monoklonal sehingga penderita mudah terserang infeksi.

  1. Leukemia limfoblastik akut

Gejala penderita LLA adalah sebagai berikut: rasa lelah, panas tanpa infeksi, purpura, nyeri tulang dan sendi, macam-macam infeksi, penurunan berat badan dan sering ditemukan suatu masa yang abnormal. Pada pemeriksaan fisis ditemukan splenomegali (86%), hepatomegali, limfadenopati, nyeri tekan tulang dada, ekimoses dan perdarahan retina.

  1. KOMPLIKASI

Leukemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, diantaranya yaitu:

  1. Gagal sumsum tulang (Bone marrow failure). Sumsum tulang gagal memproduksi sel darah merah dalam umlah yang memadai, yaitu berupa:

– Lemah dan sesak nafas, karena anemia(sel darah merah terlalu sedikit)

– Infeksi dan demam, karena berkurangnya jumlah sel darah putih

– Perdarahan, karena jumlah trombosit yang terlalu sedikit.

  1. Infeksi. Leukosit yang diproduksi saat keadaan LGK adalah abnormal, tidak menjalankan fungsi imun yang seharusnya. Hal ini menyebabkan pasien menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu pengobatan LGK juga dapat menurunkan kadar leukosit hingga terlalu rendah, sehingga sistem imun tidak efektif.
  2. Hepatomegali (Pembesaran Hati). Membesarnya hati melebihi ukurannya yang normal.
  3. Splenomegali (Pembesaran Limpa). Kelebihan sel-sel darah yang diproduksi saat keadaan LGK sebagian berakumulasi di limpa. Hal ini menyebabkan limpa bertambah besar, bahkan beresiko untuk pecah.
  4. Limpadenopati. Limfadenopati merujuk kepada ketidaknormalan kelenjar getah bening dalam ukuran, konsistensi, ataupun jumlahnya.
  5. Kematian

VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. Leukemia granulositik kronik (LGK)

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis lebih dari 50.000/mm3, pergeseran ke kiri pada hitung jenis, trombositemia, kromosom Philadelphia, kadar fosfatase alkali leukosit rendah atau sama sekali tidak ada, kenaikan kadar vitamin B12 dalam darah. Pada pemeriksaan sumsum tulang didapatkan keadaan hiperselular dengan peningkatan jumlah megakariositdan aktivitas granulopoesis.

  1. Leukemia mieloblastik akut (LMA)

Pemeriksaan penanda imunologik dengan memakai antibodi monoklonal menyokong penegakan diagnosa LMA.

  1. Leukemia limfositik kronik

Pemeriksaan darah tepi menunjukkan limfositosis lebih dari 50.000/mm3, pada sumsum tulang didapatkan infiltrasi merata oleh limfosit kecil, yaitu lebih dari 40% dari total sel yang berinti.

  1. Leukemia limfoblastik akut

Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan sel muda limfoblas dan biasanya ada leukositosis (60%), kadang-kadang leukopenia (25%). Jumlah leukosit biasanya berbanding langsung dengan jumlah blas. Jumlah leukosit netrofil seringkali rendah, demikian pula kadar Hb dan trombosit. Hasil pemeriksaan sumsum tulang biasanya menunjukkan sel blas yang dominan.

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah Obat Kanker formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker.
Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.