skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Tanda Kanker Pankreas

Tanda Kanker Pankreas

Kanker pankreas pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan tanda dan oleh karena itu diagnosis menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Tanda kanker pankreas pada tahap lanjut tergantung bagian kelenjar pankreas yang terjangkit karena pankreas memiliki dua jenis jaringan kelenjar. Pertama adalah kelenjar yang memproduksi enzim pencernaan atau disebut dengan kelenjar eksokrin.

Kedua adalah kelenjar yang memproduksi hormon, atau disebut juga dengan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang paling sering terjangkit kanker pankreas dengan tanda yang umumnya terjadi seperti penyakit kuning, kehilangan berat badan, dan nyeri punggung atau nyeri perut.

Selain beberapa tanda yang disebutkan di atas, ada beberapa tanda kanker pankreas lain seperti berikut:

  1. Nyeri perut bagian atas menyebar ke belakang
  2. Penyakit kuning (warna kuning pada kulit dan mata)
  3. Nafsu makan dan berat badan yg berkurang tanpa kejelasan
  4. Kelelahan
  5. Pencernaan terhambat
  6. Mual
  7. Serangan diabetes tipe 2 pada orang di usia 50-an.

Diagnosis kanker pankreas pada tahap awal sulit untuk dilakukan karena sering tidak menimbulkan gejala pada penderita. Pemeriksaan fisik untuk memeriksa kanker pankreas sulit untuk dilakukan karena letak pankreas cukup tersembunyi di dalam tubuh dan dikelilingi bagian dari usus.

 

Berikut ini adalah beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit kanker pankreas:

  • Tes pencitraan organ dalam tubuh seperti ultrasound scan, CT, MRI, dan PET scan. Selain itu, endoluminal ultrasonography (EUS) juga dapat dilakukan jika CT scan atau MRI scan yang telah dilakukan masih kurang jelas. Endoskop atau alat kamera kecil akan dimasukkan melalui mulut menuju lambung untuk memotret kondisi pankreas.
  • Laparoskopi atau pembedahan ‘lubang kunci’ di daerah perut untuk memasukkan mikroskop kecil yang disebut dengan laparoskop , untuk melihat organ-organ di dalam rongga perut dan panggul.
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP) hampir sama dengan EUS, yaitu proses memasukkan endoskop melalui mulut dan menuju lambung. Namun endoskop dalam proses ERCP digunakan untuk menyuntikkan pewarna khusus ke saluran pankreas dan empedu guna mengetahui keberadaan tumor yang menyumbat. Tes ini dilakukan jika seseorang menderita penyakit kuning.
  • Biopsi atau proses pengambilan sampel sel yang dicurigai sebagai tumor untuk diperiksa di bawah mikroskop. Alat kecil yang menempel pada endoskop dapat digunakan untuk biopsi saat melakukan prosedur laparoskopi, ERCP atau EUS.

 

Tahapan kanker terbagi atas empat tahap atau yang biasa disebut dengan stadium. Dokter akan menggolongkan stadium kanker berdasarkan diagnosis yang telah dilakukan. Di bawah ini adalah penggolongan stadium kanker pankreas:

  1. Jika kanker hanya terdapat di pankreas dan belum menyebar ke bagian lain, disebut dengan stadium I.
  2. Jika kanker telah menyebar ke jaringan dan organ tubuh yang dekat dengan pankreas, atau mungkin telah menjangkiti kelenjar getah bening, disebut dengan stadium II.
  3. Jika kanker telah menyebar lebih ke pembuluh darah besar di sekitar pankreas dan mungkin telah menjangkiti nodus limfa, disebut dengan stadium III.
  4. Jika kanker telah menyebar luas ke organ tubuh lain seperti paru-paru, hati, serta peritoneum atau membran yang melapisi rongga perut, disebut dengan stadium IV.

Untuk pengobatan, biasanya dilakukan radiasi dan kemoterapi sebagai pengobatan yang paling umum untuk kanker pankreas. Pembedahan dapat digunakan dalam beberapa kasus, tetapi biasanya hanya sebuah pilihan jika kanker belum menyebar.

 

Apa Itu CancerCare?

CancerCare adalah Obat Kanker formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit kanker.
Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat CancerCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

CancerCare memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat membuang racun dalam darah, menghalangi sel kanker agat tidak melakukan pembelahan diri, memberantas sel kanker tanpa merusak sel sehat lainnya.